Bagaimana Hukum Mandi Junub Dengan Air Hangat?

Sebagai umat muslim tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah mandi junub (hadats besar) yakni kewajiban mandi bagi seorang yang telah melakukan hubungan suami istri ataupun seorang yang telah mengeluarkan sperma baik dengan sengaja/disengaja (onani). Sebenarnya yang menjadi fokus kali ini bukan perihal hukum mandi wajib melainkan sebuah pertanyaan tentang bagaimana hukum mandi junub menggunakan air hangat, apakah sah atau tidak? Wacana seperti ini kiranya perlu diangkat terkait dengan content blog ini yang telah banyak membahas soal manfaat mandi, berendam, cuci muka, minum air hangat bagi kesehatan.

Hukum Mandi Junub Wajib

Seluruh alim ulama telah sepakat tentang hukum wajibnya mandi besar (junub) jinaabat tidak ada perdebatan dalam hal ini. Pada umumnya mandi jinabat menggunakan air dingin namun bagi pasangan suami isteri yang kebanyakan melakukan kegiatan pasutri (seksual) pada malam hari tentu akan sangat keberatan jika harus mandi air dingin di malam hari ataupun di waktu fajar menjelang shalat subuh karena cuacanya dingin takut masuk angin, sehingga mandi junub hangat menjadi pilihat paling tepat (maknyus) nah apakah diperbolehkan melakukan mandi besar dengan air hangat? bagaimana hukumnya? Jawabannya boleh boleh saja bahkan tidak hanya sebatas mandi untuk menghilangkan hadats besar, air hangat juga diperbolehkan untuk dipergunakan wudhu (menghilangkan hadats kecil). Dalam ilmu FIQH permasalahan seperti ini sudah banyak dibahas oleh para puqaha (ahli fiqh) secara mendetail sejak zaman kitab gundul baheula. Perlu pembaca ketahui bahwa proses menghangatkan air bisa terjadi dengan beberapa cara
  1. Dipanaskan dengan api, direbus (biar istri tercinta yang siapin)
  2. Menggunakan energi listrik
  3. Memanfaatkan sinar matahari tenaga surya
Adapun keterangan ataupun dalil yang membolehkan mandi wajib dengan air hangat adalah sebagai berikut, silahkan baca teks bahasa arabnya (bagi yang mampu) ataupun terjemahannya saja dalam bahasa Indonesia

keterangan dalil boleh mandi junub menggunakan air hangat
Hukumnya boleh mandi besar dengan air hangat


Berikut adalah beberapa hal ataupun perkara yang membuat seorang harus melaksanakan wajib mandi junub antara lain :
  1. Bersetubuh/jima atau lebih dijelaskan lagi dalam ilmu fiqh : bertemunya antara kemaluan laki laki bersama kemaluan perempuan/wanita
  2. Keluar mani/sperma baik karena disengaja seperti bersetubuh/onani ataupun tidak seperti ketika bermimpi
  3. Wanita yang baru saja selesai/berhenti nifas dan haid (menstruasi)
  4. Mualaf (seorang yang baru masuk agama islam)
  5. Orang yang meninggal/mati

Doa Niat Mandi Junub Setelah Bersetubuh

Melakukan hubungan ranjang dengan wanita yang sah (istri) merupakan salah satu kenikmatan yang tiada taranya di dunia ini, bahkan bisa dikatakan 'sorganya dunia'. Secara gamblang ajaran Islam memberikan aturan hidup yang sehat. Salah satu manfaat mandi besar setelah berjima adalah untuk menjaga kesehatan serta membersihkan segala sisa kotoran yang menempel seperti keringat, ataupun sperma (air mani) pada bagian anggota tubuh. Mandi jinabat tidak sembarangan loh berbeda dengan mandi biasa pada umumnya, ada beberapa aturan khusus yang telah ditetapkan di dalam ilmu fiqh diantaranya harus melakukan niat/doa terlebih dahulu.

inilah bacaan niat mandi besar bahasa arab/indonesia untuk junub
lafadz niat mandi junub

Tata Cara Mandi Junub yang Benar

Bagaimana cara mandi junub wajib secara benar sesuai dengan tata aturan ilmu fiqh? mandi wajib tidak bisa sembarangan tapi ada beberapa cara yang telah diatur oleh islam sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh alim ulama dalam kitab fiqh berdasarkan sunnah nabi
  • Mulailah dengan 'Niat' adalah perkara yang harus dilakukan sebelum melakukan sesuatu dalam islam, semuanya dimulai dengan niat seperti shalat, zakat, puasa dll bahkan mandi besar sekalipun. Yang terpenting dari niat (wajib) itu di dalam hati menggunakan bahasa yang difahami oleh si pelaku adapun bacaan niat/doa dengan bahasa arab itu hanya dilapalkan di mulut saja (boleh dibaca ataupun tidak)
  • Membersihkan/cuci setiap kotoran yang terdapat pada daerah kemaluan serta sekitarnya sampai bersih setelah terlebih dulu membersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali
  • Berwudhu
  • Mengguyur kepala sebanyak tiga kali hingga ke pangkal rambut
  • Menyela nyeal rambut dengan jari supaya air meresap hingga kulit rambut
  • Mendahulukan yang kanan daripada yang kiri mengguyur kepala
  •  bagian kanan dulu lalu yang kiri
Itulah sebagian cara yang disunnahkan dalam mandi wajib, adapun untuk keterangan selengkapnya bisa membuka kitab fiqh karangan ulama zaman dulu dimana keterangan yang diberikan lebih lengkap dan mendetail.